NY. SELLY D. MANTRA : DENPASAR MEMILIKI PERMASALAHAN SOSIAL YANG KOMPLEKS
Denpasar sebagai kota besar yang merupakan pusat pendidikan dan pusat perekonomian. Hal tersebut mengakibatkan tingginya urbansasi yang datang ke Kota Denpasar. Dampak dari semua itu menimbulkan berbagai permasalah sosial yang sangat kompleks. Demikian disampaikan Ketua K3S (Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial) Kota Denpasar, Ny. I.A Selly D. Mantra, Selasa (22/6) saat menerima Ketua III BK3S Provinsi Bali, AA Gde Oka di Gedung untuk memberikan bantuan kepada penyandang dan lansia di Gedung Wanita Santhi Graha Denpasar. Penyerahan bantuan tersebut dihadiri oleh Ny. Rai Iswara dan pengurus K3S Kota Denpasar.
Lebih lanjut Ny Ida Ayu Selly Mantra mengatakan Pemerintah Kota Denpasar terus memberikan perhatian serius terhadap masalah sosial. Terkait dengan bantuan yang diberikan Ny. Selly menambahkan pemberian bantuan kepada penyandang cacat adalah tugas mulia untuk meringankan beban penderitaan sesama manusia. "Bantuan tersebut jangan dilihat dari nilainya, namun tindakan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap warga penyandang cacat fisik lansia," katanya. Dia berharap kepada para penyandang cacat fisik dan lansia tidak merasa rendah diri, melainkan harus tetap bersemangat untuk beraktivitas. "Meski mengalami kekurangan pada fisik, saya yakin mereka memiliki potensi yang dapat ditunjukkan oleh para penyandang cacat itu," ucapnya. Ia mengatakan, banyak warga cacat memiliki talenta luar biasa, bahkan melebih kemampuan orang normal. Maka dari itu dalam beraktivitas cacat fisik tidak menjadi penghalang untuk meraih prestasi. Bahkan terkait dengan pelaksanaan Hari Penyandang Cacat Sedunia tahun lalu, Ny. Selly Mantra mengaku telah melaksanakan berbagai kegiatan dengan melibatkan seluruh penyandang cacat dalam setiap kegiatan. “Bahkan hampir semua yang mengisi acara pada puncak acara adalah penyandang cacat,†aku Ny. Selly. Bahkan dalam perayaan tahun lalu antusias penyandang cacat sangat tinggi hal ini dapat dilihat semua penyandang cacat menampilkan berbagai kebolehannya mulai dari menari, menyanyi dan bahkan mengambel. Disamping merayakan pada puncak acara, juga telah diserahkan bantuan pada penyandang cacat berupa kursi roda, alat dengar, tongkat penyangga ketia, dan stik untuk berjalan. Untuk peryaan Hari Penyandang Cacat Sedunia tahun ini, K3S Kota Denpasar telah mempersiapkan dengan menggandeng para sponsor. “Kita harapkan perayaan hari penyandang cacat sedunia akan datang melibatkan lebih banyak lagi para penyandang cacat,†ujar Ny. Selly Mantra.
Ketua III BK3S Provinsi Bali, AA Gde Oka mengakui semua kegiatan terkait penanganan masalah sosial di Kota Denpasar oleh K3S Denpasar sangat bagus. Karena menurut Gde Oka permasalah sosial tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari dan memiliki keterkaitan. Dalam kesempatan tersebut Gde Oka mengharapkan para penyandang cacat tetap berkreasi sehingga mampu memotivasi hidup. Terkait dengan perayaan Hari Penyandang Cacat Sedunia Gde Oka juga mengharapkan agar pelaksanaanya bisa dikoordinasikan dengan pihak provinsi. Dengan demikian pihaknya bisa melibatkan seluruh penyandang cacat yang ada di Bali. (Gst)