Menu

NY. SELLY DIUNDANG SEBAGAI PEMBICARA DI KUTAI KARTANEGARA

  • Rabu, 21 November 2012
  • 548x Dilihat
NY. SELLY DIUNDANG SEBAGAI PEMBICARA DI KUTAI KARTANEGARA
Keberadaan Pusat Tumbuh Kembang Anak (berkebutuhan khusus) di Kota Denpasar dalam pengelolaanya sangat profesional menarik daerah-daerah lain di Indonesia termasuk Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur untuk belajar tentang sekolah berkebutuhan khusus. Demikian disampaikan Kepala Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kutai Kartanegara Aji Lina Rodiah di sela-sela workshop di Kutai Kerta Negara, Rabu (21/11). Workshop yang berlangsung dua hari diikuti seratus orang peserta dari guru-guru, dan orang tua anak autis. “Kami sangat tertarik dengan keberadaan Pusat Tumbuh Kembang Anak di Kota Denpasar yang penanganannya sangat profesional,” ujar Aji Lina. Dengan diundangnya Ketua TP PKK Kota Denpasar diharapkan dapat membagi pengalaman dalam menangani sekolah autis. Sementara Ny IA Selly D. Mantra Ketua TP PKK Kota Denpasar yang juga Pembina Pusat Tumbuh Kembang Anak termasuk juga Ketua K3S Kota Denpasar dalam pemaparanya mengatakan awal mula pembentukan sekolah berkebutuhan khusus di dasari sangat sederhana ingin mengakomodir anak-anak berkebutuhan khusus terutama anak-anak pegawai. Untuk itu merasa terpanggil untuk membentuk sekolah autis. Dalam usianya yang ke dua tahun masyarakat sangat tinggi perhatiannya pada sekolah autis. Bahkan sekolah autis berkembang pesat bahkan masyarakat yang mendaftarkan anaknya yang autis cukup banyak. Terutama bagi orang tua yang kurang mampu memiliki anak autis menjadi hal yang sangat berat untuk proses terapi. “Dengan adanya sekolah berkebutuhan khusus di Kota Denpasar diharapkan dapat membantu orang yang kurang mampu,” Ny. Selly. Dalam berbagai kegiatan Ny. Selly D. Mantra mengaku terus melibatkan anak-anak autis dalam berbagai kegiatan. “Intinya anak autis itu bisa di sembuhkan dengan jalan terapi secara rutin,” ujar Ny. Selly. Menurutnya biaya terapi tersebut sangat tinggi. Diharapkan dengan terbentuknya sekolah autis dapat membantu orang tua yang kurang mampu. Yang terpenting dalam mengembangkan sekolah autis bagaimana inovasi pengembangannya. Dalam memperoleh dana untuk pengembangan sekolah autis Ny. Selly mengaku telah membentuk kelompok peduli yang namanya “Fajar Pagi”. Kelompok ini mencari orang tua asuh yang peduli terhadap sekolah berkebutuhan khusus. Kelompok peduli ini mencari dana yang bermanfaat bagi orang tua autis dan anak-anakya salah satunya dengan dengan menggelar workshop. Disamping itu Ny. Selly D. Mantra mengaku tidak hanya memperhatikan anak sekolah autis tapi juga memperhatikan anak-anak penyandang cacat. Karena dalam anak penyandang cacat juga terdapat anak autis yang mempunyai kemampuan khusus seperti tarik swara. Hal tersebut dijadikan pengembangan kemampuan anak autis. Dalam kesempatn tersebut diputar berbagai kegiatan sekolah autis, anak penyandang cacat sampai lagu anak-anak penyandang cacat “Indahnya Dunia”. Nurmaya orang tua yang anaknya autis merasa kagum terhadap gebrakan Ny. Selly D. Mantra yang langsung menyasar kebawah terutama terhadap anak-anak penyandang cacat termasuk anak-anak autis. Untuk itu Ia mengharap Pemeritah Kutai Kartanegara agar bisa meniru gebrakan Pemerintah Kota Denpasar terutama dalam penanganan anak-anak autis termasuk anak penyandang cacat. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar IGN Eddy Mulya mengatakan mengatakan bagai gayung tersambut Visi Kota Denpasar yang berwawasan budaya yang brekreatif menjadi salah satu hal untuk membentuk sekolah Pusat Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khsusus. Namun kedalanya keterbatasan dana APBD untuk itu pihaknya menggandeng para pengusaha dengan CSR-nya. Dalam pemaparan ini Ny. Selly Mantra didampingi Kasubid KSPK Badan KB dan PP Kota Denpasar Tresna Yasa dan Pengelola Sekolah Berkebutuhan Khusus. (Gst)