NY. SELLY MANTRA HIMBAU PENDERITA TB TERATUR BEROBAT
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar yang juga Ketua Kehormatan PPTI (Pemberantasan Penyakit Tuber Kulose Indonesia) Ny. IA Selly D. Mantra menghimbau penderita TBC (tuberkulose) agar memeriksakan kesehatannya dan minum obat yang diberikan dokter secara teratur. Karena penyakit TBC bukan penyakit turunan melainkan penyakit yang bisa disembuhkan dengan disiplin berobat secara teratur. Hal tersebut dikemukakannya saat menyerahkan bantuan sembako kepada 34 penderita TBC di Kantor PPTI Cabang Denpasar, Rabu (17/2). Penyerahan sembako tersebut dihadiri Kepala Dinas Transimigrasi, Tenaga Kerja dan Sosial AA Oka Badra, Camat Denpasar Utara, Made Mertajaya dan instansi terkait.
Menurut Ny. Selly Mantra kalau penderita benar-benar ingin sembuh jangan berhenti berobat, walaupun proses pengobatannya memerlukan waktu cukup lama minimal 6 bulan secara terus-menerus. Apalagi sekarang sudah ada layanan kesehatan gratis melalui Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), meskipun selama ini pengobatan bagi penderita TBC tidak dipungut biaya. Ketua PPTI Kota Denpasar yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana dr. Made Sudana Satrigraha pada kesempatan tersebut mengatakan berbagai upaya telah dilakukan PPTI menjaring penderita TBC diantaranya melalui penyuluhan, membentuk desa binaan bahkan dengan mendatangi langsung ke rumah penderita. Dikatakan PPTI Kota Denpasar sejak tahun 2001 lalu sudah tidak lagi melakukan pemungutan bulan dana dengan mengedarkan stiker, karena untuk menanggulangi penderita TBC dibiayai dari APBD Kota Denpasar. Untuk tahun 2010 ini saja Pemkot menganggarkan dana Rp 200 jt, meskipun diakui Made Sudana dana ini belum cukup bisa ditanggulangi dari dana abadi yang dimiliki PPTI sebesar Rp 700 jt. Bila dana abadi ini tidak ingin tersentuh maka Pemkot harus menyediakan anggaran Rp 400 juta per tahunnya. Ketua Harian PPTI Cabang Denpasar I Gst Ngr. Wibawa menambahkan penderita TBC di Kota Denpasar mengalami Peningkatan tiap tahunnya. Peningkatan tersebut dilihat data tiga tahun terkahir tahun 2007 jumlah penderita sebanyak 924, tahun 2008 sebanyak 933 dan tahun 2009 1.014 penderita. Menurut Ngr Wibawa peningkatan jumlah penderita ini menunjukkan kesadaran masyarakat akan bahaya TBC semakin meningkat. Mengingat setiap seorang penderita TBC mampu menularkan virus TBC pada 15 orang. â€Kita selalu menghimbau masyarakat selalu memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit terdekat bila mengalami batuk sampai tiga minggu,†harap Ngr. Wibawa.
Salah seorang penderita TBC yang telah sembuh Made Murka menceritakan pengalamannya selama menderita TBC. Saat menderita Ia mengaku batuknya sampai keluar darah, namun berkat perhatian pihak PPTI beserta petugas kesehatan Kota Denpasar yang selalu datang mengawasi pengobatannya dan memberikan obat secara gratis akhirnya sembuh total. Sebelum melakukan pengobatan ke puskesmas Murka telah berobat kemana-mana dan menghabiskan banyak biaya.(Gst)