Menu

PANJER DINILAI PROPINSI

  • Rabu, 03 Juni 2009
  • 540x Dilihat
PANJER DINILAI PROPINSI
Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra mengungkapkan potensi Kelurahan Panjer sangat strategis dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan. Salah satu indikasi pendukung berkembangnya daerah Kelurahan Panjer sebagai kawasan pendidikan yang banyak memberikan peluang masyarakat dalam membuka usaha kecil dari menjual jajan Bali hingga kepentingan pelajar dan mahasiswa. “Hanya saja masyarakat Panjer agar harus mampu berinovasi dalam membuka usaha,” kata Rai Mantra ditemui saat menghadiri Lomba Kelurahan Tingkat Propinsi Bali, Rabu (3/6) di Br. Kaja Kelurahan Panjer. Lanjut Rai Mantra dalam pemberdayaan masyarakat yang paling penting dilaksankan bagaimana kedepan masyarakat dapat menentukan jati diri dan kemampuannya. Langkah ke arah menentukan jati diri ini sudah ditunjukkan masyarakat Kelurahan Panjer melalui kegiatan pasraman yang melibatkan siswa. “Program pasraman ini sebagai bentuk membentengi diri siswa dengan kegiatan seni budaya,” ungkap Rai Mantra. Lurah Panjer Drs. Made Rapog menyampaikan pihaknya selaku duta Denpasar siap untuk dinilai dengan akan menyampaikan informasi dan data sesuai rialitas di masyarakat. Kelurahan Panjer membawahi 9 banjar dengan luas wilayah 316, 14 Ha. Adapun jumlah penduduk berdasarkan data tahun lalu sebanyak 17.292 orang. Memajukan indikator pendidikan dan dalam upaya mengentaskan 3 buta diwilayahnya terdapat 13 unit gedung dari TK hingga Perguruan Tinggi. Untuk tahun ini SD 4 Panjer telah dinilai Tim Penilai sebagai calon model Adiwiyata Tingkat Nasional. Sementara upaya-upaya yang dilakukan dalam mengurangi angka kematian bayi, penambahan gizi balita, imunisasi. Ibu-ibu PKK telah memprogramkan penimbangan Balita setiap bulan di posyandu dan banjar masing-masing. Dibidang ekonomi masyarakat menurut Made Rapog melakukan kerjasama dengan beberapa lembaga ekonomi seperti pasar Desa Nyanggelan, koperasi, warung / toko dan pasar swalayan. Ketua Tim Penilai, Drs. Wayan Sadia, M.Si. mengaku bangga dengan potensi yang dimiliki Kelurahan Panjer, khususnya lagi dalam bidang seni budaya. Di wilayah yang penduduknya cukup heterogen ini ternyata banyak ragam budaya yang dimiliki oleh masyarakatnya. Potensi ini tentu akan berdampak pada kesejahteraan masyarakatnya. “Kelurahan Panjer benar-benar luar biasa potensi dan partisipasi masyarakat juga tinggi,” ungkap Sadia. Dia juga mengaku kagum atas Tim Penilai, dimana baru turun dari bus sudah disuguhi berbagai macam atraksi dari olah raga hingga kemampuan anggota pramuka dalam mempertontonkan keterampilan. Selebihnya menurut Sadia, tim akan menilai 8 indikator diantaranya pendidikan, kesehatan, keamanan ketertiban, ekonomi, partisipasi masyarakat, pemerintahan, lembaga kemasyarakatan dan pemberdayaan kesejahteraan. Untuk kegiatan ini pihaknya bukan hanya sekadar memberikan penilaian juga sekaligus melakukan evaluasi atas hasil pembinaan yang selama ini sudah dilaksankan. Sebelum penilaian Walikota didampingi, Wakil Ketua DPRD Wayan Wiranata, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Selly Rai Mantra dan Camat Densel, IB. Alit Wirdana berkesempatan meninjau pameran yang menampilkan berbagai hasil usaha rumah tangga.