PASAR MURAH JELANG HARI RAYA GALUNGAN
Jelang perayaan hari raya Galungan dan Kuningan Pemerintah Kota Denpasar bersama PKK Kota Denpasar menggandeng Asosiasi Pasar Tani Asosiasi Pasar Tani (Aspartan) Catur Muka melaksanakan pasar murah yang dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly Mantra yang didampingi Ketua Darma Wanita Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara, Jumat (27/1). Pembukaan ini juga dihadiri Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijya Mantra, Sekda Kota Denpasar AAN. Rai Iswara yang dilanjutkan dengan peninjauan stand pameran.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly Mantra di temui di sela-sela pembukaan mengatakan pasar murah menjelang hari raya Galungan dan Kuningan diharapkan dapat memberikan harga lebih murah dari harga di pasar. Karena yang berjualan pada pasar murah ini langsung dari para petani. â€Kami harapkan pelaksanaan pasar murah ini dapat membantu para petani untuk pemasaran hasil-hasil pertanian, disamping juga untuk membantu ibu-ibu dalam persiapan menyambut hari raya Galungan dan Kuningan,“ ujar Ny. IA Selly.
Ketua Aspartan Catur Muka Made Sutikna mengatakan pameran pasar murah ini rutin dilaksanakan menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. Pelaksanaan pasar murah menurut Sutikna untuk mendukung ekonomi kerakyatan dan membantu pemasaran hasil-hasil pertanian. â€Dengan dilaksanakan pasar murah ini para petani diharapkan dapat langsung menjual hasil pertaniannya ke konsumen langsung,†kata Sutikna. Dengan penjualan langsung oleh petani harga-harga yang di jual tentunya lebih murah dari harga di pasar. Seperti misalnya harga buah manggis kalau di pasar harganya berkisar Rp 7.000,- sampai Rp 8.000,- sedangkan di pasar murah berkisar Rp. 5.600 sampai Rp 6.000,- demikian juga dengan harga barang-barang lainnya. â€Kami harapkan masyarakat memanfaatkan pelaksanaan pasar murah yang berlangsung empat hari ini,†ujar Sutikna. Peserta pasar murah kali ini mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan-pelaksanaan sebelumnya. Pasar murah yang digelar kali ini diikuti 38 pedagang yang terdiri dari 13 pedagang kuliner dan sisanya pedagang untuk keperluan upacara Galungan dan Kuningan. Sedangkan pelaksanaan pasar murah tahun lalu diikuti oleh 26 peserta. Sebagai bentuk krativitas dalam pelaksanaan pasar murah kali ini para pengunjung mendapat pencerahan tentang makna hari raya Galungan dan Kuningan oleh Ketut Wiana dari PHDI Provinsi Bali. Disamping mendapat pencerahan para pengunjung juga mendapat menyaksikan cara pembuatan gebogan dan penjor.
Salah seorang pedagang yang menjual jajan Bali, Ibu Kadek mengatakan pasar murah yang dilaksanakan Pemkot Denpasar bersama PKK dan Aspartan sangat baik karena membantu para petani dan pedagang kecil. â€Kami harapkan Pemkot Denpasar dapat melaksanakan pasar murang lebih sering,†harapnya. (Gst)