Menu

PELESTARIAN BUDAYA LELUNAKAN DAN TARI PENDET

  • Rabu, 21 April 2010
  • 482x Dilihat
PELESTARIAN BUDAYA LELUNAKAN DAN TARI PENDET
Sosok wanita yang satu ini memang patut diacungi jempol selain sibuk dengan segala urusan organisasi, ternyata sosok wanita yang ramah ini juga piawai dalam hal menari Bali. Seperti menari tari pendet yang dipertontonkan saat acara lomba lelunakan bersama seluruh istri-istri pejabat dilingkungan Pemkot Denpasar yang digelar Bali TV baru-baru ini. Dengan dibalut brokat ungu muda dan kamben ungu tua dipadukan dengan selempang berwarna ping membuat kecantikan ibu tiga anak ini makin memancar. Sedikitpun tidak ada rasa cangggung ditunjukkan istri dari Walikota Denpasar ini saat menari. ”Kesenian Bali yang adi luhung ini harus lestari sepanjang jaman”, ujar Nyonya Selly mengawali perbincangannya dengan awak media. Menurutnya pula, keikutsertaannya dalam menari tari pendet kali ini selain bertujuan untuk menghibur masyarakat juga dalam rangka ikut melestarikan kesenian Bali khususnya tari pendet yang tetap eksis hingga sekarang walaupun jaman terus menggerus. Ketika ditanya tentang kepiawaiannya menari Bali sosok ibu tiga orang putra ini mengatakan, ”menari itu adalah hoby saya sejak kecil”, katanya. Dia menuturkan, seperti kebanyakan orang Bali apalagi hidup dilingkungan keluarga berdarah Brahmana yang kesehariannya akrab dengan nuansa spiritual berkesenian adalah warna kehidupan sehari-hari. Seperti mekidung, mewirama, membaca sloka, menabuh, menari dan lain-lain. Jadi jiwa berkesenian itu sudah melekat sejak kecil namun diantara ragam kesenian tersebut menari menjadi pilihannya. Ditanya tentang berapa hari dirinya mempersiapkan diri untuk pementasan ini, dirinya menjawab cuman tiga hari karena pementasan ini sifatnya spontanitas, ujarnya. Ditambahkannya pula melestarikan seni dan budaya Bali merupakan kewajiban bagi setiap insane manusia Bali sebab Bali sudah dikenal sebagai destinasi pariwisdata dunia. Apalagi dirinya seorang istri pejabat dari Walikota Denpasar yang mengusung visi ”Denpasar sebagai Kota Kreatif Berwawasan Budaya” sudah seharusnya dalam mewujudkan hal tersebut dirinya selalu berada di depan, ujarnya menutup pembicaraan. (Sdn)