Menu

PEMBUKAAN POSYANDU PARIPURNA

  • Senin, 08 Oktober 2012
  • 565x Dilihat
PEMBUKAAN POSYANDU PARIPURNA
Kegiatan Posyandu merupakan kegiatan nyata yang melibatkan partisipasi masyarakat sebagai upaya pelayanan kesehatan dari, oleh, dan untuk masyarakat yang dilaksnakan kader-kader kesehatanbeserta kader posyandu yang ada disetiap banjar. Pemkot Denpasar senantiaa memberikan dukungan dan fasilitas penyelengaraan kegiatan posyandu yang dilaksanakan disetiap banjar. Hal ini diharapkan Posyandu mampu menjadi salah satu alternatif bagi upaya peningkatan derajat kesehatan berbasis masyarakat. Demikian disampaikan Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutannya yang dibacakan kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM dan Pemdes) Made Mertajaya pada pembukaan Posyandu Paripurna Balita dan Lansia Binaan PKK Propinsi Bali, Senin (8/10) di Banjar Pemedilan Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat. Pencanangan kesatuan gerak PKK-KB-Kesehatan dan pembukaan posyandu paripurana balita dan lansia binaan Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, ditandai penyuapan pertama pada salah seorang perwakilan balita dan penyerahan makanan sehat kepada orangtua balita oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi Bali Ny. Bintang Puspayoga, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra, dan Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara, serta dilanjutkan peninjauan stand pelayanan posyandu. Lebih lanjut dikatakan besar harapan kami agar kegiatan posyandu dapat dimanfaatkan oleh semua lapisan masyarakat, uatamanya bagi masyarakat yaitu balita, ibu hamil, ibu menyusui, wanita usia subur, dan lansia. Selebihnya juga disampaiakn semenjak dicanangkannya posyandu di Kota Denpasar, sampai sekarang ini banyak kemajuan yang telah dicapai sebagai sebuah gerakan yang telah memberikan kontribusi positif bagi terselengaranya kesehatan ibu, anak, dan lansia. Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Ayu Pastika dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Ketuanya Ny. Bintang Puspayoga mengatakan, memasuki era melenium bangsa Indonesia menghadapi tantangan berat dalam upaya meningkatkan indeks pembangunan manusia berkualitas agar setara dengan negara-negara maju. Sumber daya manusia berkualitas merupakan modal utama dalam pembangunan nasional yang memerlukan investasi dan tanggung jawab pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Menurut Ayu Pastika, ada tiga pilar indikator yang memengaruhi kualitas sumber daya manusia yaitu kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Lebih lanjut ia menambahkan, untuk menanggulangi masalah kesehatan gizi, baik pada balita maupun lansia, diperlukan penanganan serius oleh pemerintah bersama lembaga nonpemerintah. Tim Penggerak PKK Provinsi Bali yang merupakan mitra pemerintah, telah mengimplementasikan secara langsung dalam penanganan masalah kesehatan gizi pada balita dan lansia dengan dicanangkannya pelaksanaan gerak PKK-KB-Kesehatan Provinsi Bali. Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. I.A. Selly D. Mantra mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat untuk mempercepat tercapainya Denpasar Sehat dan terwujudnya keluarga sehat sejahtera dan berkualitas. Di samping itu, katanya, menurunkan angka kematian ibu dan anak serta meningkatkan status gizi masyarakat. Meningkatkan kesehatan para lansia demi terwujudnya masa tua yang bahagia merupakan salah satu tujuan kegiatan ini. Oleh karenanya posyandu perlu mendapat pembinaan secara terus menerus sehingga mampu mencapai tujuan yang diharapkan. Lebih lanjut Ny. Selly menambahkan, pembinaan posyandu paripurna balita dan lansia oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Bali berlangsung selama 90 hari yang menyasar bbalita, yang diberikan dalam bentuk makanan matang seminggu sekali dan makanan mentah berupa kacang kacangan, susu, dan gula pasir. Disamping itu juga diberikan bahan mentah berupa telur, susu, gula pasir, atau menu lainnya kepada para lansia. (Pur)