Menu

PENJUALAN NAIK 63,49 PERSEN LEWAT PAMERAN

  • Jumat, 23 April 2010
  • 539x Dilihat
PENJUALAN NAIK 63,49 PERSEN LEWAT PAMERAN
Dalam pelaksanaan Pameran Adi Wastra Nusantara ke 3 tahun 2010, berlangsung di Balai Sidang Jakarta selama lima hari. Mulai 14 - 18 April 2010. Pameran dibuka resmi Ibu Negara Hj. Ani Susilo Bambang Yudhoyono yang dihadiri Menteri pariwisata dan Menteri Perdagangan, Pengusaha dan Undangan para duta besar. Peserta yang dilibatkan langsung dari Kota Denpasar dalam ajang tersebut ada tiga pengrajin. Tema yang diusung “Pesona Endek dan Bordir Kota Denpasar Trend Mode 2010”. Dalam ajang bergengsi ini ternyata stan Kota Denpasar mendapat respons positif dari pengunjung, terbukti banyak yang melakukan transaksi langsung, kontak dagang dan kunjungan biasa. Bahkan, dibandingkan nilai transaksi dalam pameran sebelumnya, sekarang ini naik sampai 63,49 persen. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar, I.A Selly Dharmawijaya Mantra kepada Bisnis Bali, Kamis (22/4) kemarin di Denpasar menyatakan, kesediaannya memfasilitasi dan mengembangkan warisan budaya bangsa seperti, ciptaan perajin Denpasar kain Endek dan Bordiran, bukan hanya ke tingkat nasional, tap kancah internasional. Aneka jenis kain yang memmang merupakan kekayaan budaya Denpasar harus dilestarikan dan dikembangkan terus. Salah satunya dengan aktif sebagai peserta pameran yang bertujuan untuk promosi dan pemasaran. Kekayaan budaya kreatif produk unggulan seperti endek dan bordir, memang harus dikembangkan menjadi produk yang popular. Untuk itu, pada pameran kali ini agar ada manfaatnya bagi peserta. Umumnya pengembangan kreativitas dan inovasi kain endek dan bordiran Kota Denpasar. Pengembangan warisan budaya ini merupakan sebuah ide kreatif para perajin endek dan border se Kota Denpasar. “Semuanya memiliki potensi berkembang bagus, untuk ini kami akan terus membantu meningkatkan SDM dan mutu produksi,” kata Selly yang didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si, Kabid Bina Usaha Perdagangan, I Made Saryawan dan Kasi Pembinaan Bina Usaha, IGA Laxmy Saraswaty, SS. Selly juga mengutip sambutan Ibu Presiden RI dalam pembukaan pameran menekankan, pameran ini memberikan inspirasi serta kegairahan tersendiri bagi peminatnya. Dimana tahun 2010 sebagai tahun kreatif menjunjung “Adati Cermin Citra Bangsa Quality Textile-Quality Life” dalam industri kreatif. Sehingga menjadi sandaran hidup bagi masyarakat Indonesia, sumber devisa bagi Negara sehingga produk Indonesia lebih kompetitif dalam menghadapi persaingan global, terutama pada zone perdagangan bebas ACFTA (ASEAN China Trade Agreement). Ibu Presiden juga menghimbau untuk tetap mencintai produk dalam negeri dan juga brand “made in Indoensia” menjadi icon on a broad dan program 100 persen cinta Indonesia. Sama halnya dengan unggulan seperti kain songket/endek secara lebih meng-Indonesia, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan perhatian dan minat terhadap produk budaya Indonesia, khususnya tekstil tradisional Indonesia yang merupakan salah satu warisan budaya yang mencerminkan kekayaan bangsa Indonesia. Meningkatkan minat terhadap produk budaya Indonesia khususnya tekstil tradisional, yang merupakan salah satu warisan budaya. Gatra menjelaskan, ajang pameran bergengsi ini diikuti 340 stan dari seluruh Indonesia. Sedangkan buyer yang datang banyak dari luar negeri, selain dipadati pengunjung lokal. Dalam mendukung pameran tersebut digelar kegiatan yang tidak kalah pentingnya, seperti pameran dan bursa kain adati nusantara, anjungan ikon AWN (Adi Wastra Nusantara) 2010. gedongan nusantara, hiburan, kontak, bisnis, klinik desain dan HAKI, talksahow, peragaan busana dan demo produk. “Untuk peserta dari Denpasar adalah binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar. Diantaranya kami mengajak perajin border (Sri-sri Embroidery) dan pengrajin endek inovasi (Gedong Kebaya Luxury and Beyond) yang merupakan binaan Disperindag dan Dekranasda Denpasar. Untuk memaksimalkan promosi, kami juga menyebarkan brosur dan CD tentang kain endek da bordiran kepada pengunjung sebagai bahan promosi,” tegas Gatra. Saryawan menambahkan, minat pengunjung cukup tinggi, khususnya ke stan Kota Denpasar. Terbukti, dari hasil penjualan dibandingkan keikutsertaan tahun lalu lalu naik 63, 49 persen. Di mana hasil transaksi dalam ajang pameran AWN kali ini berhasil penutup niai transaksi Rp. 41.095.500,- dan transaksi tahun lalu hanya Rp. 15 juta. Ini membuktikan juga kain produksi Kota Denpasar dapat diterima oleh new buyer dan pengunjung domestic. Untuk meningkatkan kreativitas produksi, pengrajin akan selalu mendapat pendampingan dari pemerintah dan Dekranasda Kota Denpasar. Berbagai pelatihan dan pendidikan secara berkesinambungan akan terus ditingkatkan. (Er)