Menu

PKB KOTA DENPASAR DIGELAR, PERTAHANKAN DAN LESTARIKAN BUDAYA LOKAL MELALUI LOMBA

  • Minggu, 26 Mei 2013
  • 718x Dilihat
PKB KOTA DENPASAR DIGELAR, PERTAHANKAN DAN LESTARIKAN BUDAYA LOKAL MELALUI LOMBA
PKK Kota Denpasar melaksanakan berbagai lomba bidang kewanitaan yang dikaitkan dengan PKB ke-35 Kota Denpasar. Berbagai lomba dilaksanakan mulai dari lomba busana adat ke Pura tingkat SD putra dan putri, lomba pakaian endek untuk undangan ulang tahun tingkat anak-anak TK serta lomba merangkai bunga lokal untuk podium tingkat SMA/SMK dan lomba membuat peras pengambaian untuk PKK desa. Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra disela-sela menyaksikan lomba yang didampingi wakil ketuanya Ny. Antari Jaya Negara dan Ny. Kerti Rai Iswara di halaman kantor Walikota, Minggu (26/5). Lomba berlangsung meriah tersebut juga disaksikan oleh Kapolda Bali Irjeb Polisi Drs. Arif Wachyunadi dan Pangda IX Udayana Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya yang didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara. “Lomba-lomba yang kami laksanakan salah satu untuk cara untuk mempertahankan dan melestarikan budaya lokal khususnya di kalangan anak-anak,” ujar Ny. Selly. Kedepannya kegiatan semacam ini terus dikembangkan karena untuk mempertahankan budaya lokal merupakan kewajiban bersama. Kegiatan semacam ini menurut Ny. Selly akan rutin dilaksanakan yang akan menyasar kalangan anak-anak dan siswa serta anggota PKK desa/kelurahan. Sebelum melaksanakan lomba PKB tingkat Kota khususnya dibidang kewanitan telah dilakukan juga lomba-lomba ditingkat desa/lurah melalui olah raga seni. “PKK Kota Denpasar terus berupaya mendukung semua program pemerintah Kota Denpasar khususnya dalam melestarikan budaya lokal,” ujar Ny. Selly. Salah serorang tim juri lomba membuat rangkaian bunga podium dari bunga tradional Gung Sri mengatakan yang dinilai adalah kreasi, kesegaran serta komposisi. Disamping itu bahan-bahan dibawa dari rumah serta pengerjaannya dilaksanakan dalam 60 menit. Mengingat lomba ini untuk membuat janur podium tingginya tidak boleh lebih dari orang yang berdiri di podium. Bunga yang digunakan juga adalah bunga lokal serta keindahan dapat dilihat dari semua arah. Salah seorang peserta lomba membuat bunga podium Putu Rahayu dari SMK PGRI 5 Denpasar mengaku sangat senang bisa mengikuti lomba semacam ini. Terlebih lagi dalam lomba ini menekankan penggunaan bahan-bahan dari bunga tradisional. “Lomba semacam ini sangat bagus sekali terutama bagi anak-anak muda seperti kami karena dikita semakin ditanamkan melestarikan budaya lokal,” ujar Rahayu. Kedepannya kegiatan semacam ini agar dilaksanakan secara berkelanjutan dan lebih ditingkatkan jenis lomba sehingga anak-anak semakin paham terhadap budaya lokal. PKB Kota Denpasar yang berlangsung selama dua hari ditutup secara resmi oleh Walikot Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra ditandai dengan penyerahan piala kepada para pemenang. (Gst)