PKK KOTA DENPASAR GELAR LOMBA MESATUA DAN MC BERBAHASA BALI
Ade tuturan satua siap selem ajak imeng kuuk. Siap selem ngelah taluh pepitu, sampun kenten taluhne lantas lekad .nanging ade besik panakne sing mebulu adanine i doglagan. Demikian bait bait cerita yang berjudul siap selem yang dibawakan oleh Luh Putu Sukasih dan Ni Wayan Suci dari Br.Kedaton Desa Kesiman Kertalangu ketika mendongeng dihadapan 5 orang anak yang balita dalam rangka mengikuti lomba mesatua dan MC berbahasa Bali sabtu ( 20/2) kemarin diruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar.
Lomba yang dibuka langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny.Selly Rai Mantra ini diikuti oleh 12 peserta dari kader Bina Keluarga Balita (BKB) dimana masing masing kecamatan diwakili 3 regu dan untuk Lomba MC diikuti 20 orang peserta atau masing masing kecamatan diwakili 5 orang . Ny.Sell Mantra dalam sambutannya mengatakan dalam rangka memeriahkan HUT Kota Denpasar ke 18 berbagai lomba diadakan seperti lomba mesatua dan MC Berbahasa Bali, Lomba membuat canang sari, Lomba membuat banten pejati,dan lomba membuat penyeneng gede ,dimana lomba ini akan berlangsung selama 2 hari dan berakhir minggu (21/2) besok. Menurutnya lomba ini diadakan untuk mendukung visi dan misi Walikota Denpasar sebagai kota yang berwawasan budaya berbasis budaya unggulan dengan program-program yang kreatif. Ny Selly Mantra menambahkan lomba ini digelar untuk kembali mengajak para orang tua khususnya kader kader PKK untuk tidak melupakan dongeng atau ceritera anak yang mengandung filosofi atau makna yang sangat dalam ketika menidurkan anak †Sekarang kita tidak mendengar lagi dongeng dongeng anak yang yang mengandung filosofi yang sangat mendidik seperti siap selem, ikekua ,dadong dauh dst. tapi anak sekarang lebih senang mendengar cerita modern seperti harry poter,sincan dst. †ujar Ny Selly Mantra. Untuk itu pihaknya mengajak para ibu ibu kader Bina Keluarga Balita (BKB ) untuk membangkitkan kembali satua Bali sebagai upaya untuk mempertahankan kearifan local.
Sementara Ny. Nick Natha Wibawa selaku panitia lomba mengatakan, penilian lomba meliputi keutuhan cerita, seni merangkai bahasa, penjiwaan dan komunikatif dengan durasi 17 – 20 menit. Pihaknya berharap dengan kegiatan lomba ini diharapkan dapat merangsang para ibu ibu untuk tertarik dan menyediakan waktu luang mesatua Bali terhadap anak anaknya. Sedangkan untuk lomba MC pesertanya remaja putri/putra, umur 13 – 25 tahun durasi 10 -15 menit. (Er)