PKK KOTA DENPASAR GELAR PELATIHAN MEMBUAT BANTEN
Membuat banten merupakan suatu keharusan bagi kaum perempuan Hindu. Namun seiring perkembangan jaman masih banyak perempuan yang belum dapat membuat banten sesuai sastra agama. Bahkan kebanyakan kaum perempuan dalam membuat banten masih menggunakan kebiasaan â€mulo ketoâ€. Demikian diungkapkan Camat Denpasar Utara, I Made Mertajaya saat membuka pelatihan membuat banten diikuti 300 anggota PKK dari desa dan kelurahan se-Kecamatan Denpasar Utara, di wantilan pura desa Desa Peguyangan Kaja, Senin (5/4). Pelatihan yang didukung oleh Ketua TP PKK Kota Denapsar, Ny. I. A Selly Mantra juga dihadiri Kades Peguyangan Kaja I Wayan Sutama dan tokoh-tokoh masyarakat.
Lebih lanjut Mertajaya menambahkan, melalui pelatihan banten diharapkan dapat menghilangkan kebiasaan â€mula keto†dengan dapat membuat banten sesuai dengan sastra agama. â€Pelatihan yang dilaksanakan oleh PKK Kota Denpasar diharapkan dapat memberikan pemahaman yang benar bagi kaum perempuan terutama dalam pembuatan banten,†ujar Mertajaya. Disamping itu pelatihan membuat banten juga sebagai salah satu cara untuk melestarikan adat, budaya dan mengajegkan Bali serta mendukung visi dan misi Pemerintah Kota Denpasar mewujudkan Denpasar kota kreatif berbasis budaya unggulan. Mertajaya menambahkan pelatihan membuat banten ini bekerjasama dengan Yayasan Dharma Acarya dengan memberikan pelatihan banten Ekasata/caru siap brumbun. Pelatihan membuat banten ekasata/caru siap brumbun merupakan salah satu upaya untuk melestarikan tradisi yang telah ditentukan dalam ajaran agama Hindu agar selalu dapat diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat. â€Banten tidak dapat dilepaskan dari aktivitas kita dalam berhubungan dengan Tuhan. Karena melalui sarana inilah kita berkomunikasi dengan beliau untuk memohon kesejahteraan dunia ini,†ujar Mertajaya. Oleh sebab itu pelatihan ini benar-benar sangat penting untuk mengetahui cara membuat banten secara benar sesuai dengan sastra agama â€Saya harapkan usai mengikuti pelatihan para peserta bisa menggetoktularkan kepada ibu-ibu PKK lain sehingga dalam pembuatan banten benar-benar sesuai dengan sastra agama,†harap Mertajaya.
Ida Bagus Sudarsana dari Yayasan Dharma Acarya ditemui disela-sela pelatihan mengatakan, pelatihan ini sangat penting bagi ibu-ibu PKK, mengingat dalam pelatihan ini akan diberikan materi pembuatan banten secara rinci. Dengan demikian diharapkan dalam pembuatan banten benar-benar sesuai dengan sastra agama. Lebih lanjut Ida Bagus sudarsana menambahkan pelatihasn ini juga sebagai ajang pelestarian budaya dan adat Bali.
Salah seorang peserta dari Br. Ubung Tengah Ni Wayan Suladri mengatakan bahwa dirinya sangat senang mendapat pelatihan membuat banten sehingga kedepannya bisa membuat banten sesuai dengan ketentuan agama Hindu. Disamping itu Ni Wayan Suladri mengkui perhatian Pemerintah Kota Denpasar sangat tinggi dalam meningkatkan kesejateraan masyarakatnya. Hal ini dibuktikan berbagai pelatihan telah diberikan Pemkot Denpasar untuk meningkatkan keterampilan sehingga dapat membantu ekonomi keluarga. Selain pelatihan membuat banten menurut Kendri, juga telah diberikan pelatihan membuat dupa, kue, tata rias dan keterampilan penting lainnya, sehingga keterampilan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencari nafkah. Hal senada disampaikan Ni Nyoman Darmini dari Br.Tainsiat yang mengatkan pelatihan semacam ini sangat sering dilaksanakan PKK Kota Denpasar dengan materi pelatihan yang berbeda-beda. Untuk kali ini pelatihan membuat caru ayam brumbun yang sangat penting untuk kehidupan sehari-hari. (Gst)