PKK KOTA DENPASAR KEMBALI SABET JUARA I LOMBA CIPTA MENU TINGKAT PROPINSI BALI
Kreativitas PKK Kota Denpasar dalam meningkatkan gizi rupanya membuahkan hasil membanggakan. Salah satu kreativitas dari perwakilan Kota Denpasar dalam lomba cipta menu beragam, bergizi seimbang dan aman berbasis sumber daya lokal telah membawa PKK Kota Denpasar meraih Juara I Tingkat Provinsi Bali. Penyerahan juara tersebut dilakukan bertepatan dengan hari pangan sedunia ke-32 di Balai Banjar Penglipuran Desa Wisata Penglipuran Kecamatan Kubu, Kabupaten Bangli, Senin (3/12). Penyerahan para pemenang dilakukan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Ayu Pastika. Tampak hadir dalam penyerahan para pemenang tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly Mantra dan instansi terkait.
Ny. IA Selly Mantra ditemui usai acara mengatakan keberhasilan yang diraih PKK Kota Denpasar berkat usaha kerja keras semua pihak. Disamping itu keberhasilan ini merupakan salah motivasi untuk terus meningkatkan kreativitas semua anggota PKK. â€Perwakilan PKK Kota berhasil meraih juara I tingkat Provinsi Bali untuk kedua kalinya. Ini merupakan suatu kebanggaan dan sebagai motivasi untuk semua anggota PKK agar lebih meningkatkan kreativitas terutama dalam pengolahan bahan makanan non beras,†ujar Ny. Selly. Lebih lanjut Ny. Selly menambahkan pengolahan bahan makanan non beras diharapkan dapat lebih bisa dimanfaatkan oleh semua anggota PKK. Karena bahan makan non beras dapat menggantikan beras dan memiliki kualitas karbohidrat sama dengan beras disamping juga memiliki gizi yang sehat.
Sementara Ny. Sriani Westra yang mewakili PKK Kota Denpasar dalam lomba cipta menu beragam mengatakan lomba ini diikuti 9 kabupaten/kota se- Bali, dimana Kota Denpasar berhasil keluar sebagai juara I tingkat Provinsi Bali dalam lomba tingkat provinsi Juli lalu. Dalam lomba tersebut Ia mengaku menampilkan 16 menu makanan non beras. â€Melalui lomba ini diharapkan dapat lebih mensosialisasikan penggunaan bahan makanan non beras kepada masyarakat,†ujar Ny. Sriani Westra. Kedepannya diharapkan penggunaan bahan makanan non beras lebih bermasyarakat. Menurutnya masih banyak bahan makan non beras yang bisa diolah dan dikembangkan, sehingga mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Sementara Gubernur Bali Mangku Pastika dalam sambutannya mengatakan peringatan hari pangan sedunia merupakan wahana meningkatkan pemahaman kepedulian dan menggalang kerjasama dengan pihak-pihak terkait. Dalam meningkatkan sinergi lapangan yang sedang aktual. Hari pengan sedunia merupakan momentum bagi pemangku kepentingan khsususnya di daerah Bali agar senantiasa meningkatkan produksi, kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan.Upaya pemenuhan pangan kedepan mengalami tantangan semakin berat seperti terjadinya perubahan iklim, pemanasan global dan pertumbuhan penduduk yang cepat kesedian lahan, air dan sumber daya alam yang terbatas. Untuk mengatasi permasalah tersebut diperlukan koordinasi antara pemangku kepentingan. (Gst)