PKK LAKSANAKAN PENDIDIKAN KECAKAPAN KEORANGTUAAN
Memaksimalkan pelaksanaan sepuluh progrm pokok PKK untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat, PKK Kota Denpasar melaksanakan peningkatan kapasitas pendidikan orang tua melalui pendidikan kecakapan keorangtuaan. Pendidikan yang berlangsung sehari ini yang dibuka Wakil Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara diikuti anggota Dharma Wanita Kota Denpasar, TP PKK Kota Denpasar, Ketua TP PKK Kecamatan se-Kota Denpasar dan Ketua TP PKK Desa/Kelurahan se-Kota Denpasar, Rabu (27/6) di ruang pertemuan, Gedung Wanita Santhi Graha. Pelatihan ini juga dihadiri Pengurus PKK Provinsi Bali Ny. Jendra.
Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Ketua TP PKK Ny. Antari Jaya Negara mengatakan pendidikan kecakapan keorangtuaan ini berkaitan dengan pendidikan karakter, peranan keluarga terhadap pentingnya pendidikan usia dini, deteksi dini faktor resiko ibu menyusui serta pencegahan penyakit dan pembinaan terhadap ibu dan anak. Menurut Ny. Selly Mantra pendidikan kecakapan keorangtuaan sangat tepat diberikan pada anggota Dharma Wanita, TP PKK Kota Denpasar kecamatan dan desa/kelurahan, mengingat mereka memiliki peran penting sebagai motor penggerak pembangungan dalam kecakapan keorangtuaan.
Ketua Panitia Penyelenggara Ny. AA Rai Iswara dalam laporannya mengatakan pelaksanaan kecakapan keorangtuaan dilaksanakan dalam bentuk workshop dan pendampingan. Dengan metode pembelajaran adalah pemaparan, presentasi diskusi dan wawancara, tanya jawab, praktek dan kerja kelompok. Kegiatan pendidikan kecakapan keorangtuaan menghadirkan narasumber dari Rumah Sakit Wangaya, Ketua Himpaudi Kota Denpasar dan Ketua P2TP2.
Salah seorang narasumber dr. Putu Paramita Rahayu, Sp.A yang menyapaikan materi kesehatan anak mengatakan para orang tua harus memperhatikan perkembangan anak termasuk kesehatannya mulai sejak kandungan. Termasuk juga dalam mengajarkan memulai memakan makanan dari awal bayi. “Kami harapkan ibu-ibu yang mempunyai anak balita agar telah mengajarkan anak bayinya memulai memberikan makanan sejak umur enam bulan,†ujar dr. Putu Paramita Rahayu, Sp.A. Bahkan kalau bisa menurut Putu Paramita Rahayu, Sp.A sebelum enam bulan bayi sudah dikenalkan dengan makanan. Pemberian ASI eksklusif hendaknya secara rutin tiap hari sudah dikurangi sejak balita berumur enam bulan namun ASI eksklusif harus tetap diberikan. Disamping juga dalam mulai memberikan makanan pada balita hendaknya tetap memperhatikan faktor gizi empat sehat lima sempurna. (Gst)