Menu

SELLY MANTRA : IBU RT BERPERAN LESTARIKAN ALAM

  • Selasa, 11 November 2008
  • 748x Dilihat
SELLY MANTRA : IBU RT BERPERAN LESTARIKAN ALAM
Kaum wanita, khususnya kalangan ibu rumah tangga (RT) sejatinya mempunyai peran penting menjaga kelestarian alam dan lingkungan. “Salah satunya dengan menerapkan pengolahan sampah tepat guna sehingga dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA),” tegas Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D Mantra. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan Pembuatan Kompos dan Perbanyakan Tanaman Jempiring di Gedung Wanita Santi Graha, Kamis (20/11). Sebanyak 60 orang PKK kecamatan dan desa/kelurahan se-Kota Denpasar mengikuti pelatihan sehari tersebut. Lebih jauh Ny Selly Mantra menyatakan bahwa jika kaum ibu yang paling banyak terlibat dalam urusan rumah tangga mau menangani limbahnya dengan baik, niscaya beban permasalahan sampah di Kota Denpasar dapat berkurang. “Sebab sebagian besar sampah perkotaan merupakan limbah rumah tangga yang bersifat basah,” jelasnya. Pengolahan yang baik dengan menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse dan recycling) dapat menekan sampah yang dihasilkan sehingga beban lingkungan makin berkurang. “Prinsip 3R dengan menekan pemakaian produk dan kemasan secara efesien, menggunakan kembali barang yang bisa dipakai dan mendaur ulang sampah dapat meminimalkan limbah yang dihasilkan,” jelas Ny Selly Mantra. Salah satunya melalui teknik pembuatan kompos di tingkat rumah tangga. ”Teknologi sederhana ini bisa mendatangkan manfaat ekonomis karena kompos dapat dijual,” jelas ibu tiga putra ini. Begitu juga dengan limbah berupa kertas, kaca dan kaleng jika dipilah-pilah dengan baik dapat dijual kembali. ”Jadi dengan pengolahan sampah di RT dengan baik selain melestarikan lingkungan juga dapat mendatangkan keuntungan ekonomis,” tegas alumni SMAN 3 Denpasar ini. Salah seorang pembicara Ir Nyoman Tusta menyatakan bahwa budidaya jempiring di Kota Denpasar perlu terus dilakukan. Sebab selain merupakan maskot flora Kota Denpasar, jempiring juga mempunyai banyak manfaat. ”Mulai dari akar hingga bunganya berkhasiat obat serta dapat diolah menjadi produk makanan dan minuman yang menyehatkan,’ jelasnya. Hanya saja masih ditemui kendala sulitnya tanaman perdu ini berbunga. ”Jempiring kurang rajin berbunga sebagian besar karena salah penanganan,’ ujar pecinta tanaman ini. Salah satunya adalah kurangnya pemupukan serta seringnya pemangkasan di pucuk daun. ”Sebab bakal bunga berada di pucuk daun sehingga tidak perlu dipangkas terlalu sering. Salah seorang peserta Ny Sumariati asal Dentim menyatakan senang bisa ikut pelatihan ini. ”Wah ternyata membuat kompos tidak sulit dan dapat diterapkan di RT,” tegasnya. Ibu tiga putri ini menjadi bersemangat untuk mengolah sampah dengan komposting. ”Apalagi sisa pemilahan berupa kertas, botol kaca, kaleng dan plastik dapat dijual ke pemulung,” ujar wanita paruh baya ini bersemangat. Sumariati berjanji akan menularkan ketrampilannya kepada rekan-rekannya sehingga semakin banyak yang mengetahui teknik komposting di rumah tangga ini.