SELLY MANTRA : PEREMPUAN TANGGAP TEKNOLOGI
Ekonomi saat ini dikuasai oleh ekonomi kreatif. Mereka yang bergerak di usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mesti lebih kreatif dan inovatif, agar mampu bertahan bahkan bersaing. Salah satu hal yang tak dapat diabaikan adalah kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Bagaimanakah perhatian Ida Ayu Selly Fajarini, SE, Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranas Kota Denpasar terhadap perempuan yang bergelut di UMKM?
â€Kini pelaku UMKM di Denpasar dapat menggunakan fasilitas e-commerce, jaringan pemasaran berbasis teknologi yang disediakan Pemerintah Kotaâ€, ujar istri Walikota Denpasar .B. Rai Dharmawijaya Mantra, SE ini saat ditemui Tokoh di rumahnya pekan lalu.
Terkait TIK, perempuan yang akrab disapa dayu Selly ini mengatakan suaminya telah lama menyarankan PKK membuat situs sendiri. â€Saya terus diingatkan suami untuk menangani situs PKK Kota Denpasar tetapi lama tertunda karena berbagai kesibukan. Setelah Desa Peguyangan Kangin, Denpasar Utara menjadi juara III Lomba Kesatuan Gerak PKK-KB Kesehatan Tingkat Nasional tahun ini, Bali menjadi salah satu Propinsi percontohan pendataan 10 program pokok PKK di Indonesia. Kami mulai garap lagi situs ini. Kedepan pendataan dari Tingkat Desa Wisma ke Kelurahan berlanjut ke Kecamatan dan ke Kota akan memakai Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang berarti berbasis komputerâ€, tutur putri pasangan I.B Rai Tariyasa (alm) dan I.A. Ratna Tariyasa ini.
Mengingat pesatnya TIK serta bersamaan rencana pemakaian SIM, PKK Kota Denpasar, Selasa (26/5) telah meluncurkan situs resmi PKK Kota Denpasar. â€Kami para ibu harus tanggap dan tidak ingin ketinggalan. Teknologi bukan hanya untuk UMKM, tetapi juga dapat membantu kegiatan pelaksanaan program PKK di berbagai tingkatanâ€, ujar ibu tiga putra, I.B. Ngurah Sidhayatra Hijaya Mantra, I.A. Uttari Priyadarshini Mantra dan I.A. Nathia Candrika Prakirani Mantra.
Ia mengatakan situs PKK Kota Denpasar direspon baik, sebab sudah banyak yang mengakses, ada kritik dan saran dari PKK di banjar-banjar. â€Di situs ini nanti, produk hasil pengrajin binaan PKK akan ditampilkan, agar lebih dikenal sekaligus membantu pemasarannyaâ€, tandas Dayu Selly.
Ia menuturkan, dirinya suka membuka situs PKK daerah lain untuk sharing sekaligus melihat program mereka yang mungkin dapat diterapkan di Kota Denpasar. Internet juga digunakan untuk menambah ilmu pengetahuannya.
Urusan audensi misalnya, begitu pengurus PPTI akan menemuinya, Dayu Selly membuka internet dan mencari informasi sebanyak mungkin tentang tuberculosis (TBC). Saat bertemu pengurus PPTI, pembicaraan pun nyambung. Begitu juga dengan hal pencanangan Denpasar Kota Sehat 2010, Dinas Kesehatan audensi. Berkat internet pula dirinya punya bekal dan paham apa dan bagaimana kota sehat itu.
â€Beragam informasi dapat kita peroleh dari internet. Dalam waktu dekat, kami akan melaksanakan pelatihan komputer untuk ibu-ibu PKK Kota†katanya. Ia berharap nantinya tiap pengurus punya alamat surat elektronik sehingga koordinasi diantara mereka lebih mudah, cepat, serta efisien.
Endek
Disinggung soal busana, perempuan yang selalu tampil elegan ini mengatakan ingin lebih banyak orang menggunakan produk hasil pengrajin lokal. Terlebih saat ini Dekranas Kota Denpasar tengah peduli terhadap perkembangan salah satu kain tenun warisan budaya yang lekat dengan image Bali, yakni endek. â€Selain menjaga kelestariannya juga memacu pengembangan produk baru dari sisi desain. Harga juga disesuaikan tanpa menurunkan kualitas dan dapat digunakan semua kalangan. Seiring melajunya perkembangan mode, kami tidak ingin salah satu identitas kota ini mandek penggunaanya sebatas orang dewasa dalam situasi formal pulaâ€, tandasnya.
Untuk ini banyak hal yang harus dilakukan. Salah satunya menyelenggarakan workshop. Selanjutnyaia mengatakan perlu dukungan semua pemangku kepentingan agar bersedia bergandengan untuk kemajuan produk endek ini. â€April lalu kami turut dalam pameran â€Adi Wastra Nusantara†dan kain endek santa digemari, penjualan endek kita laris manisâ€, ujarnya. Ia mengungkapkan, masih banyak idenya yang belum tergarap terkait kain tenun yang satu ini.
Di tengah kesibukannya yang terus bertambah, Dayu Selly tetap berusaha mengatur waktu untuk keluarga, meski diakuinya tidak mudah. â€Kami tidak lagi mematok weekend dan syukurnya berkat hobi yang sama yaitu makan, jadilah kebersamaan dilakukan saat jam makan. Bisa kapan dan dimana saja. Ini kami anggap wisata kuliner, karena hampir semua tempat makan yang dikatakan enak, sekalipun itu kaki lima kami datangi. Meski kesempatannya sempit untuk kami berkumpul, namun tetap berkesan†ungkap istri Walikota Denpasar yang masi menyimpan mimpi, Denpasar bisa mejadi â€Kota Ramah Anakâ€. –ard (TOKOH)