TANGANI LIMBAH RUMAH TANGGA, PKK BELAJAR KE KELURAHAN SUMUR BATU
Kota Denpasar sebagai kota metropolitan beberapa permasalahan dihadapi diantaranya masalah lalulintas, kependudukan dan masalah kebersihan. PKK sebagai partner Pemkot Denpasar berkewajiban untuk membantu tugas-tugas pemerintah. Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra yang didampingi Wakil Ketua Ny. Antari Jaya Negara dan Ny. Kerti Rai Iswara disela-sela peninjauan ke lapangan di Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat Jumat (12/8). Peninjauan ini dihadiri Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kota Denpasar Ketut Dunia dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Denpasar I Ketut Wisada.
Lebih lanjut Ny. Selly menambahkan untuk menggugah dan membangkitkan masyarakat akan pentingnya masalah kebersihan berbagai upaya telah dilaksankan. Salah satunya belajar ke daerah-daerah yang dianggap telah mampu melaksankan dan menanggulangi permasalahan sampah dengan melibatkan swadaya masyarakat seperti Kelurahan Sumur Batu. Keberhasilan Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Kemayoran ini dianggap telah memiliki inovasi dalam pengelolaan kebersihan rumah tangga. â€Kita harapkan melalui kunjungan ini dapat belajar lebih mendalam bagaimana pengolahan limbah rumah tangga dengan swadaya masyarakat,†ujar Ny. Selly. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Denpasar Ketut Wisada menambahkan peninjauan ini untuk meningkatkan wawasan tentang pengolahan sampah rumah tangga. Diharapkan pengolahan sampah rumah tangga dapat memberikan nilai ekonomis bagi ibu-ibu rumah tangga.
Nursanta Wakil Camat Kemayoran saat menerima rombongan mengatakan Kelurahan Sumur Batu merupakan cikal bakal tumbuhnya sukarelawan yang mengolah limbah rumah tangga. Untuk itu kelurahan Sumur Batu sering menjadi tempat belajar bagi daerah lain untuk pengolahan sampah. Sementara Lurah Sumur Batu Paulinawati menambahkan tumbuhnya rasa kepedulian warga kelurahan Sumur Batu merupakan contoh dan promosi diri warga untuk pengelolaan sampah rumah tangga. Dengan berpegangan pada motto Sampahku Tanggung Jawabku berusaha dijabarkan oleh para relawan Juru Pemilah Sampah (Jumilah). Jumilah yang beranggotakan 26 orang melayani 11 RT dimana sampah diambil langsung para Jumilah di rumah warga. Menurutnya para warga telah mengetahui pentingnya pemilahan sampah sehingga setiap rumah tangga telah membedakan sampah organik dan non-organik. Sehingga sangat mempermudah para Jumilah untuk memilah sampah-sampah tersebut. Kesadaran warga untuk memilah sampah tidak lepas dari kerja keras para Jumilah yang terus memberikan penyuluhan pada warga agar memilah sampah organik dan non-organik. (Gst)