TINGKATKAN KREATIVITAS MELALUI BERBAGAI LOMBA
Berbagai lomba dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar yang dikoordinir oleh Tim Penggerak PKK Kota Denpasar serangkain HUT ke-19 Kota Denpasar dan HUT ke-39 HKG (Hari Kesatuan Gerak PKK). Lomba-lomba yang dilaksanakan membangkitkan dan melestarikan kearifan lokal. Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra ditemui disela-sela peninjauan lomba yang didampingi Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara dan Ny. AA Rai Iswara, Sabtu (19/2).
Berbagai lomba yang dilaksanakan diantaranya lomba membuat lawar, lomba membuat sampaian penjor, lomba membuat endongan, lomba membuat APE (alat permainan educativ)dan lomba mesatua Bali. Untuk lomba-lomba yang diselenggarakan sekarang ini menurut Ny. Selly Mantra merupakan lomba tradisional untuk melestarikan budaya yang ada. Disamping itu mendukung Kota Berwawasan budaya, untuk itu lomba yang dilaksanakan seperti membuat lawar merupakan masakan tradisional Bali yang harus di lestarikan. Lomba ini diikuti oleh 43 desa/kelurahan dan Walikota Denpasar IB RAI Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota IGN Jaya Negara. Sedangkan untuk pembuatan APE para peserta diwajibkan untuk mengolah bahan bakas menjadi barang yang berguna untuk permainan anak. Lomba ini perserta dari kader BKB se-Kota Denpasar. Lomba membuat endongan menurut Ny. Selly Mantra pesertanya diikuti SD. “Kita harapkan dari berbagai lomba yang dilaksanakan untuk menggali bibit-bibit yang ada untuk mempersiapkan lomba ke tingkat provinsi,†ujar Ny. Selly Mantra.
Sementara Kepala Desa Peguyangan Kaja Wayan Sutama yang merupakan salah seorang perserta lomba membuat lawar mengatakan kegiatan ini sangat bagus selain sebagai ajang berkumpul dengan para kepala desa/lurah juga untuk melestarikan makanan tradisional Bali berupa lawar. “Kita harapkan lomba semacam ini rutin dilaksanakan selain untuk melestarikan budaya yang ada juga untuk menarik minat generasi muda untuk turut melestarikan lawar,†ujar Sutama. Mengingat lomba lawar ini menggunakan bahan tradisional tentunya dapat membantu ekonomi kerakyatan karena bahan-bahan yang digunakan berasal dari pertanian. (Gst)