WALIKOTA TANAM 500 TANAMAN UPAKARA
Sebanyak 500 tanaman upakara , Minggu (28/6) ditanam di wilayah Desa Pakraman Renon. Penanaman tanaman upakara dari berbagai jenis ini langsung dilakukan Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Ketua PPT (Perkumpulan Pecinta Tanaman) Kota Denpasar Ny. IA Selly Mantra didampingi Camat Densel IB. Alit Wiradana di halaman Pura Dalem Renon Desa Pakraman Renon.
Rai Mantra ditemui disela-sela penanaman pohon menegaskan gerakan penanaman pohon terutama tenaman upakara dan kerja bakti yang melibatkan partisipasi krama desa Renon serta PPT Kota Denpasar salah satu langkah nyata dalam mewujudkan Denpasar cleen and green city . “Disamping dengan dipilihnya berbagai jenis tanaman bahan upakara yadnya untuk umat Hindu diharapkan nantinya Desa Pekraman Renon menjadi Pusat Penyediaan Tamanan Gumi Banten. Saat ini keperluan akan berbagai jenis tamanan untuk upakara yadnya semakin tinggi, sehingga apa yang diprakarsai Desa Pekraman Renon sangat tepat. Ini merupakan salah satu bentuk kooperatif dari masyarakat Renon, dalam melestarikan nilai budaya, salah satunya adalah menyediakan aneka jenis tanaman upakara yang tumbuh dan bisa dipergunakan untuk kepentingan Panca yadnya, disamping itu dengan adanya penanaman pohon semacam ini merupakan inves jangka panjang yang bernilai ekonomis, yang sangat bermanfaat untuk kepentingan masyrakat secara luas.Jangka panjangnnya diharapkan setiap Desa pekraman yang ada di Denpasar bisa membudidayakan tanaman gumi Banten ini.†kataRai Mantra.
Selain itu kegiatan ini juga sebagai motivasi agar masyarakat untuk lebih memperhatikan kelestarian dan kebersihan lingkungan. “Jangan sampai ada anggapan kebersihan hanya jadi tanggung jawab pemerintah,†pesan Rai Mantra. Lanjut Rai Mantra mengatakan mengelola kebersihan harus dilakukan secara bersama-sama dan kontinyu. Mengubah perilaku warga untuk hidup bersih memang tidak mudah. Namun untuk menuju perubahan perilaku, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Salah satunya dengan secara kontinyu melakukan kebersihan dimasing-masing lingkungan. Menurut Rai Mantra, jika perilaku hidup bersih sudah menjadi kebiasaan dapat dipastikan lingkungan akan menjadi bersih. “Tingkat kebersihan tersebut sangat tergantung dari warga. Jika penduduknya tidak tertib dan taat jadwal dalam membuang sampah, maka konsekuensinya kurang sadarnya masyarakat akan kebersihan,†ungkap Rai Mantra.
Sementara Bendesa Pekraman Renon Made Sutama mengungkapkan penanaman pohon ini merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam menyikapi Global Warming, dan salah satu upaya menydiakan berbagai kebutuhan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan upakara yang terkait dengan Panca yadnya.Program ini akan ditindak lanjuti untuk setiap warga renon, Disamping itu, semua lahan milik Desa Pekraman yang tersebar di desa Pekraman renon akan ditanami pohon yang berhubungan dengan tanaman Gumi Banten.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Renon Ketut Layar Priyatna mengaku sangat mendukung penanaman jenis tanaman gumi banten. “Ini merupakan suatu langkah maju dalam melestarikan salah satu kekayaan budaya Bali terutama dalam pelestarian tanaman upakara yadnya,†kata Ketut Layar.
Adapun tanaman langka yang ditanaman diantara 12 jenis pohon Kelapa (kelapa gadang, gading, rangda, bulan, sudamala, udang, mulung, surya dan kelapa bojog), Cempaka, Majegau, dan Nagasari. (Dw)